
Puncak Peyeum terletak di desa Ciengang pada ketinggian 900 mdpl terletak di hamparan tanah milik PT Perkebunan Negara (PTPN 8) Goalpara dengan luas keseluruhan 85 hektar. Disiang hari bila tidak tertutup kabut atau awan kita bisa melihat seluruh hamparan pelosok Kota Sukabumi dengan latar belakang gunung Gede dan gunung Pangrango. Sehingga orang sering menyebut Puncak Peuyeum sebagai “negeri di atas awan” Sukabumi.

Perjalanan tanggal 6 Januari 2021 ini dipicu karena sekaligus ingin mencoba pemasangan Gopro pada motor kesayangan. Gopro tersebut biasanya saya gunakan ketika menyelam. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Akibat saya lupa mengisi batere Gopro, jadi hanya sempat memgambil satu foto sebelum habis baterenya.

Rute perjalanan mulai dirancang dengan bantuan Google Map. Diperkirakan perjalanan ke Puncak Peuyeum diperkirakan selama kurang lebih 3 jam dari Bandung. Pit stop pertama dipilih disekitar daerah Cimangkok yang sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung. Pit stop kedua adalah langsung ke Puncak Peuyeum. Pit stop ketiga adalah makan siang di Ikan Bakar Kake, Cianjur untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. Mengingat target makan siang dalam perjalan pulang, maka direncanakan berangkat pagi dari Bandung.
Perjalanan dari Bandung dimulai pada jam 8 pagi. Perjalanan dari Bandung disertai dengan jalan yang agak padat, trafik mulai menurun setelah melewati Cimahi dan Padalarang. Setelah melewati Situ Ciburuy, lalu lintas mulai sepi sehingga kelokan di daerah Tagog Apu sampai Ciranjang bisa dinikmati. Jalan lurus dan mulus mendekati kota Cianjur ditempuh dengan kecepatan sedang, sebelum belok kiri ke arah jalan Lingkar Selatan Cianjur.
Menjelang Cimangkok, jalan lurus menanjak memacu mesin motor, sebelum akhirnya sampai di desa Cimangkok sebagai pemberhentian pertama. Jarak Bandung Cimangkok sejauh 81 km, ditempuh dalam waktu 2 jam 6 menit. Setelah beristirahat sekitar 30 menit, perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Sukabumi.
Tidak jauh dari Cimangkok kemudian berbelok ke kiri kearah selatan menggunakan jalan Semplak Cipurut. Jalan ini kecil tetapi melewati pematang sawah yang luar biasa indahnya. Mulai dari sini, Google Map menyarankan melalu jalan yang membuat saya tersesat. Jalan yang disarankan tidak bisa saya lalui dengan menggunakan motor. Bahkan sempat beberapa kali bertanya arah menuju Puncak Peuyeum. Dari gambar di bawah ini, terlihat saya tersesat dan kembali lagi ke jalan besar. Ternyata kalau menggunakan motor Vixi saya, jalan terbaik adalah melalui jalan Babakan Kembang, sebelum belok kiri ke jalan Cikeuyeup.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan melalui jalan Babakan Kembang dan Cikeuyeup saya sampai juga di Puncak Peuyeum. Perjalanan dari desa Cimangkok ke Puncak Peuyeum karena tersesat sejauh 33 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 47 menit, hampir dua jam. Posisi Puncak Peuyeum berada kurang lebih sekitar 50 m dari jalan aspal. Jalan menuju Puncak Peuyeum masih tanah merah, dan dipastikan tidak bisa dikendarai dalam keadaan hujan. Beruntung saya sampai di Puncak Peuyeum dalam keadaan tidak hujan walaupun awan agak mendung.
Ini beberapa foto yang saya ambil di Puncak Peuyeum. Sayang waktu di Puncak Peuyeum, awan mendung dan tanda-tanda hujan akan turun.
Setelah beristirahat di Puncak Peuyeum selama kurang lebih 30 menit, perjalanan dilanjutkan menuju Sukabumi. Belajar dari pengalaman, maka arah kembali ke Cianjur menggunakan jalan besar, berputar ke arah Sukabumi sebelum belok kanan di Nangela menuju ke arah Cianjur.
Pemberhentian selanjutnya, pemberhentian ketiga, pemberhentian tambahan adalah SPBU di daerah Cimuncang di Jalan Siliwangi, Pasir Halang, Sukabumi dan di Masjid Jami Al-Amshoriyah yang berada persis di depan SPBU. Di pemberhentian ketiga ini, saya menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit.
Setelah sekitar 30 menit perjalanan dari pemberhentian ketiga, saya terpaksa harus berhenti karena hujan deras turun. Akhirnya jas hujan saya gunakan sambil meneduh di Alfamart di daerah Gekbrong. Perjalanan menuju pemberhentian keempat di Ikan Bakar Kake ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit.
Menikmati makan siang yang terlambat di Ikan Bakar Kake, daerah Ciranjang memang mengasyikan. Ikan bakar disertai nasi pulen dan sambal menghilangkan keletihan riding solo hari itu. Ikan Bakar Kake di Ciranjang saya rekomendasikan, wajib dicoba.
Perjalanan ke Bandung sejauh 46 km ditempuh dalam waktu 1 jam 46 menit. Di daerah Tagog Apu lalu lintas sangat padat disertai kepadatan kota Cimahi menghiasi perjalanan menuju Bandung. Perjalanan hari itu diakhiri sekitar jam 17:13 sore ketika sampai di rumah kembali dengan selamat. Ini adalah perjalanan riding saya yang pertama di tahun 2021.
Keep on riding.






