Pada bulan Ramadhan 1443H, suatu malam saya ditelpon saudara yang membutuhkan darah golongan O+. Kebetulan keluarganya kebanyakan bergolongan darah B dan A. Saya menyatakan bersedia walaupun seumur hidup saya belum pernah menjadi donor darah. Saya sering mendengar bahwa ketika bulan Ramadhan, biasanya stok hasil donor darah menurun.
Saya diarahkan untuk menuju PMI Bandung, yang terletak di jalan Aceh. Berbekal dengan permintaan labu darah, sekitar jam 19:30, saya sudah sampai di PMI Bandung. Kemudian saya bertanya kepada petugas yang ditemui kemana saya harus melaksanakan donor darah. Melihat permintaan labu darah, petugas mengarahkan saya ke gedung tempat loket permintaan darah.
Loket permintaan darah terletak di sebuah gedung di sisi kanan PMI Bandung. Di loket permintaan darah petugas memeriksa surat yang saya bawa dan memberikan formulir sebagai donor darah keluarga dan mengarahkan ke bagian registrasi donor darah. Registrasi donor darah dilakukan di gedung di sebelah kiri PMI Bandung. Ketika sedang melakukan registrasi, petugas menanyakan umur saya dan menolak menjadikan donor darah, Salah satu syarat donor darah adalah rentang umur harus diantara 17 sampai dengan 60 tahun, jelas saya tidak memenuhi syarat.
Ketika saya termenung bagaimana caranya untuk mendapatkan labu darah, petugas menanyakan untuk keperluan apa labu darah tersebut. Saya mengatakan bahwa ada keluarga saya yang dioperasi caesar karena akan melahirkan. Tiba-tiba ada seorang ibu datang dan mengatakan, “Biar saya saja yang menjadi donor darah keluarga, kebetulan golongan darahnya sama dengan yang diminta”. Tentu saja saya menerima tawarannya dan sama-sama membantu melakukan proses registrasi.
Ketika selesai melakukan donor darah, sang ibu tersebut menolak pemberian tanda terima kasih dari saya dan secara halus mengatakan “Sawios teu kedah. Saya sudah bisa mendonorkan darah”. Saya terkejut dan sambil mengucapkan terima kasih saya berpamitan.
Sungguh ternyata banyak orang baik di PMI Bandung yang membantu orang yang memerlukan donor darah. Saya baru terperhatikan ketika sedang menunggu proses donor darah keluarga, banyak kata “Sawios teu kedah” yang saya dengar malam itu. Ternyata masih banyak orang baik di kota Bandung yang selalu membantu orang yang memerlukan darah.
Saya berdoa semoga orang-orang baik tersebut selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Sungguh setetes darah bisa menyelamatkan nyawa.



